Thursday, December 20, 2012

Tindakan Anarki Masyarakat di Sumbar ?


Warga Sandera
Kapolres Dharmasraya

DHARMASRAYA, Investigasi News—Operasi penertiban tambang liar (ilegal mining) di Sitiung V oleh Polsek Koto Baru Kab. Dharmasraya, Sabtu (24/11), berbuntut penyendaraan terhadap Kapolres AKBP. Khairul Azis bersama anggotanya. Sementara Kapolsek Koto Baru, Iptu Yana tidak diketahui dimana posisinya.
Menurut Informasi yang dirangkup Investigasi News menyebutkan, jajaran Polsek Koto Baru pada siang itu melakukan Operasi Penerbitan Tambang Emas liar diSitiung V. Dalam Operasi tersebut ditangkap beberapa orang pelaku penambang liar dan ditahan ditahanan Polsek Koto Baru.

Dengan ditangkapnya warga oleh polisi, maka warga mendatangi mapolsek supaya rekannya ditahan supaya dilepas. Namun negosiasi tidak ditemukan, dalam kondisi itu, Kapolres Dharmasraya turun ke Sitiung V untuk menenangkan warga.
Namun yang terjadi Kapolres disendera oleh warga di sebuah rumah. Kemudian warga menyandera Kapolres bersama ajudannya, yang mana tujuan warga supaya rekannya yang ditahan di Mapolsek Koto Baru dilepas oleh pihak kepolisian. Akhirnya pihak kepolisian mengalah dan menukar guling antara warga dengan Kapolres beserta anggota yang disandera.
Direktur lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pandham, Mulyadi S.Ag yang menghubungi Investigasi News menyebutkan, tetapi pukul 21.00 Wib. Negonisasi kedua belah pihak ditemukan, kemudian Kapolres dengan kondisi luka ringan dan ajudannya yang luka parah, karena darah segar yang keluar dari hidungnya dilepas warga.

Ia menjelaskan, ketika mendapat informasi bahwa Kapolres disandera warga, maka ia melucur ke TKP. Dan ia menganggap di tempat kejadian Kapolres disandera sudah ada tokoh masyarakat. Tapi ternyata ketika ia masuk dalam rumah hanya ada Kapolres bersama ajudannya bertiga ditambah ia satu orang.
Sementara warga sudah berteriak kalau rekannya yang ditahan tidak dilepas dari tahanan Polsek Koto Baru. Maka warga akan membakar rumah tempat Kapolres disandera, dengan kondisi demikian, Mulyadi langsung menemui warga, ditengah kerumunan warga, ia sampaikan bahwa ia adalah Putra Koto Baru, kedatangannya adalah untuk mencarikan jalan keluarnya.
Karena situasi sudah sangat tidak kondusif lagi, warga sudah semakin beringas. Maka Mulyadi meminta agar Kapolres mengikuti kemauan warga agar rekannya dilepas, akhirnya Kapolres mengikuti kemauan warga.

Kejadian ini kata Mulyadi harus disikapi dengan arif dan bijaksana oleh pemerintah daerah, kalau tidak, kejadian ini menjadi insiden buruk bagi penegak hukum. Karena warga sudah berani melawan Aparat Kepolisian.

Karena kejadian ini berkaitan dengan kejadian sebelumnya warga Sitiung V ditahan oleh Polres Dharmasraya, kemudian warga berbondong-bondong rencananya ke Mapolres. Tetapi 500 meter sebelum Polres, warga mengurungkan niatnya dan menyampaikan aspirasinya ke kediaman Bupati Dharmasraya, H. Adi Gunawan di Gunung Medan.

Pantauan Investigasi News pada waktu itu, warga menyampaikan unek-uneknya kepada Bupati didepan Kapolres Dharmasraya, Khairul Azis, ia minta supaya penegak hukum jangan tebang pilih. Karena menurut warga kenapa anggota bermain illegal dibiarkan saja, sementara ia sudah membayar kepada oknum anggota.

Pada malam itu juga, warga menyerahkan nama-nama anggota sering minta upeti kepada warga setempat, dana malam itu kapolres berjanji akan memberikan tindakan kepada anggota tersebut. Puncak dari kejadian adalah penyanderaan Kapolres bersama anggota oleh warga serta bentrok yang mengakibatkan satu orang anggota Polres luka parah dan sekarat, sementara Kapolres mengalami luka ringan.
(TONI CHANIAGO)
See Translation

Wednesday, December 19, 2012

Status tanah perkebunan di TIKU yg besengketa


Sampai dengan Prospektus ini diterbitkan, Perseroan secara langsung dan tidak langsung memiliki 11 (sebelas)
perkebunan kelapa sawit yang memiliki hak atas lahan perkebunan dengan luas total sekitar 61.483 Ha, yang terdiri
dari lahan dengan HGU sekitar 46.063 Ha dan SPPHT sekitar 15.420 Ha, serta persediaan lahan dengan Ijin Lokasi
sekitar 50.476 Ha dimana sekitar 6.536 Ha sedang diajukan permohonan pembaharuan Ijin Lokasi. Perkebunan
Perseroan secara keseluruhan memiliki area tertanam seluas sekitar 42.759 Ha yang terdiri dari TM dan TBM dengan
luas masing-masing sekitar 20.755 Ha dan 22.004 Ha yang secara keseluruhan memiliki umur rata-rata tanaman 5,5
tahun. Rincian hak atas lahan perkebunan yang dimiliki Entitas Anak dan perkembangan dari permohonan
pembaharuan Ijin Lokasi dengan uraian sebagai berikut:
No. Entitas
Pemegang Hak
Lokasi Luas Lahan
(Hektar)
Status Lahan Masa Berlaku
1. MAG Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Propinsi
Sumatera Barat
8.625 HGU 2026
2. LIH Kecamatan Langgam, Pangkalan Kuras, Rantau Baru,
Palas, K. Tarusan, Kabupaten Pelalawan, Propinsi Riau
7.690 HGU 2030
Kecamatan Langgam, Pangkalan Kuras, P. Gondai,
Penarikan, Kabupaten Pelalawan, Propinsi Riau.
1.334 HGU 2030
Kecamatan Langgam, Pangkalan Kuras, P. Gondai,
Penarikan, Kabupaten Pelalawan, Propinsi Riau.
672 Warkah/SPPHT -
3. SSS(1) Kecamatan Ngabang, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten
Landak, Propinsi Kalimantan Barat
3.175 SPPHT -
Kecamatan Ngabang, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten
Landak, Propinsi Kalimantan Barat
6.536 Ijin Lokasi -
4. MSS(2) Kecamatan Semindang Alas dan Talo Kecil, Kabupaten
Seluma, Propinsi Bengkulu
3.293 SPPHT -
Kecamatan Semindang Alas dan Talo Kecil, Kabupaten
Seluma, Propinsi Bengkulu
16.707 Ijin Lokasi 2013
5. SAP(3) Kecamatan Rawas Ilir dan Kecamatan Muara Lakitan,
Kabupaten Musi Rawas, Propinsi Sumatera Selatan
988 HGU 2045
Kecamatan Rawas Ilir dan Kecamatan Muara Lakitan,
Kabupaten Musi Rawas, Propinsi Sumatera Selatan
994 HGU 2045
Desa Pauh, Propinsi Sumatera Selatan 1.529 SPPHT -
Kecamatan Rawas Ilir dan Kecamatan Muara Lakitan,
Kabupaten Musi Rawas, Propinsi Sumatera Selatan
16.042 Ijin Lokasi 2013
6. TPAI(4) Desa Kenten Laut dan Desa Upang Jaya dan Makarti
Jaya, Kabupaten Banyuasin, Propinsi Sumatera Selatan
4.061 HGU 2043
Kecamatan Banyuasin I dan Kecamatan Talang Kelapa,
Kabupaten Banyuasin, Propinsi Sumatera Selatan
4.000 Ijin Lokasi 2012
27
No. Entitas
Pemegang Hak
Lokasi Luas Lahan
(Hektar)
Status Lahan Masa Berlaku
7. GKM(5) Kecamatan Sekayam dan Kecamatan Noyan, Kabupaten
Sanggau, Propinsi Kalimantan Barat
3.894 HGU 2042
Kecamatan Noyan, Kabupaten Sanggau, Propinsi
Kalimantan Barat
1.176 HGU 2042
Kecamatan Sekayam dan Kecamatan Noyan, Kabupaten
Sanggau, Propinsi Kalimantan Barat
4.015 HGU 2044
Kecamatan Beduai dan Kecamatan Noyan, Kabupaten
Sanggau, Propinsi Kalimantan Barat
4.728 HGU 2044
Kecamatan Sekayam, Kecamatan Beduai, dan
Kecamatan Noyan, Propinsi Kalimantan Barat
1.693 Ijin Lokasi 2014
Kabupaten Sanggau, Propinsi Kalimantan Barat 5.179 SPPHT -
8. SL Kecamatan Beduai, Kembayan, dan Bonti, Kabupaten
Sanggau, Propinsi Kalimantan Barat
2.959 HGU 2046
Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, Propinsi
Kalimantan Barat
590 SPPHT -
9. ASL Kecamatan Kapuas dan Parindu, Kabupaten Sanggau
Provinsi Kalimantan Barat
5.498 Ijin Lokasi 2015
Kecamatan Kapuas dan Parindu, Kabupaten Sanggau
Provinsi Kalimantan Barat
981 SPPHT -
10. NAK Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara,
Propinsi Lampung
2.654 HGU 2026
11. SCK Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Musi Banyuasin,
Propinsi Sumatera Selatan
2.945 HGU 2016
(1) SSS sedang mengajukan pembaharuan ijin lokasi seluas 6.536 Ha kepada Bupati Landak.
(2) Lahan seluas 3.293 Ha yang dimiliki MSS berdasarkan SPPHT merupakan bagian dari lahan seluas 20.000 Ha yang diberikan berdasarkan Ijin
Lokasi.
(3) HGU dan SPPHT yang telah dimiliki dan dikuasai oleh SAP merupakan satu bagian dari Ijin Lokasi seluas 19.553 Ha.
(4) HGU yang telah dimiliki oleh TPAI merupakan bagian yang terpisah dari Ijin Lokasi seluas 4.000 Ha.
(5) Seluruh lahan yang telah dimiliki dengan sertipikat HGU merupakan bagian yang terpisah dari lahan seluas 1.693 Ha berdasarkan Ijin Lokasi
GKM yang masih berlaku.

Tuesday, December 18, 2012

IPemelik Islam yg pertama di Nusantara


Misteri Pemeluk Islam Pertama di Nusantara

Sejarawan asal Italia, G. E. Gerini di dalam bukunya Futher India and Indo-Malay Archipelago, mencatat bahwa sekitar tahun 606-699M telah banyak masyarakat Arab, yang bermukim di Nusantara. Mereka masuk melalui Barus dan Aceh di Swarnabumi utara. Dari sana menyebar ke seluruh Nusaantara hingga ke China selatan.
Sekitar tahun 625M, sahabat Rasulullah Ibnu Mas’ud bersama kabilah Thoiyk, datang dan bermukim di Sumatera. Di dalam catatan Nusantara, Thoiyk disebut sebagai Ta Ce atau Taceh (sekarang Aceh). (Sumber : Kesultanan Majapahit, Realitas Sejarah Yang Disembunyikan [Hermanus Sinung Janutama]).


Berdasarkan catatan-catatan yang ada, mari kita coba mengungkap misteri, siapa sesungguhnya pemeluk Islam pertama asal Tanah Jawi.
1. Penganut Islam pertama, yang berasal dari Nusantara, kemungkinan adalah Para Leluhur Bangsa Aceh, yang ikut serta menghantar Ibnu Mas’ud ra. bersama kabilahnya.
Di dalam buku Arkeologi Budaya Indonesia, karangan Jakob Sumardjo, diperoleh informasi,  berdasarkan catatan kekaisaran Cina, diberitakan tentang adanya hubungan diplomatik dengan sebuah kerajaan Islam Ta Shi di Nusantara.
Bahasa Cina menyebut muslim sebagai Ta Shi. Ia berasal dari kata Parsi Tajik atau kata arab untuk Kabilah Thayk (Thoiyk)Kabilah Thoiyk ini adalah kabilahnya Ibnu Mas’ud r.a, salah seorang sahabat Nabi, seorang pakar ilmu Alquran (Sumber : Arkeologi Semiotik Sejarah Kebudayaan Nuswantara).
2. Penguasa Nusantara, yang pertama memeluk Islam adalah Raja Sriwijaya yang bernama Sri Indravarman.
Pada sekitar awal abad ke 8, orang-orang Persia Muslim mulai berdomisili diSriwijaya akibat mengungsi dari kerusuhan Kanton.
Dalam perkembang selanjutnya, pada sekitar tahun 717 M, diberitakan ada sebanyak 35 kapal perang dari dinasti Umayyah dengan hadir diSriwijaya, dan semakin mempercepat perkembangan Islam di Sriwijaya(Sumber : Sejarah Umat Islam; Karangan Prof. Dr. HAMKA).
Ditenggarai karena pengaruh kehadiran bangsa Persia muslim, dan orang muslim Arab yang banyak berkunjung di Sriwijaya, maka raja Srivijayayang bernama Sri Indravarman masuk Islam pada tahun 718M (Sumber : Ilmu politik Islam V, Sejarah Islam dan Umatnya sampai sekarang; Karangan H Zainal Abidin Ahmad, Bulan Bintang, 1979).
Sehingga sangat dimungkinkan kehidupan sosial Sriwijaya adalah masyarakat sosial yang di dalamnya terdapat masyarakat Buddha dan Muslim sekaligus.
Tercatat beberapa kali raja Sriwijaya berkirim surat ke khalifah Islam di Syiria. Bahkan disalah satu naskah surat adalah ditujukan kepada khalifah Umar bin Abdul Aziz (717-720M) dengan permintaan agar kholifah sudi mengirimkan da’i ke istana Srivijaya (Sumber : Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nsantara abad XVII & XVIII; Karangan Prof. Dr. Azyumardi Azra MA) (Sumber : Wikipedia : Kerajaan Melayu Kuno dan Hadits Nabi, Negeri Samudra dan Palembang Darussalam).

3. Penduduk pulau Jawa, yang pertama memeluk Islam adalah Pangeran Jay Sima (Suku Jawa) dan Rakeyan Sancang (Suku Sunda).
Pangeran Jay Sima…
Hubungan komunikasi antara tanah Jawa dan Jazirah Arab, sudah terjalin cukup lama. Bahkan di awal Perkembangan Islam, telah ada utusan-utusan Khalifah, untuk menemui Para Penguasa di Pulau Jawa.
Pada tahun 674M semasa pemerintahan Khilafah Islam Utsman bin Affan, beliau mengirimkan utusannya Muawiyah bin Abu Sufyan ke tanah Jawa, yakni ke Jepara (pada saat itu namanya Kalingga).
Kalingga pada saat itu, di pimpin oleh seorang wanita, yang bernama Ratu Sima. Dan hasil kunjungan duta Islam ini adalah, Pangeran Jay Sima, putraRatu Sima dari Kalinggamasuk Islam (Sumber : Ilmu politik Islam V, Sejarah Islam dan Umatnya sampai sekarang; Karangan H Zainal Abidin Ahmad, Bulan Bintang, 1979). ( Sumber : Islam di Indonesia dan Jemaah Haji, Tempo Doeloe)
Rakeyan Sancang…
Mengenai siapa pemeluk Islam pertama di tataran Sunda, menurut Pengamat sejarah Deddy Effendie, adalah seorang Pangeran dari Tarumanegara, yang bernama Rakeyan Sancang.
Rakeyan Sancang disebutkan hidup pada masa Imam Ali bin Abi Thalib.Rakeyan Sancang diceritakan, turut serta membantu Imam Ali dalam pertempuran menalukkan Cyprus, Tripoli dan Afrika Utara, serta ikut membangun kekuasaan Muslim di Iran, Afghanistan dan Sind (644-650 M) (Sumber : Islam masuk ke Garut sejak abad 1 Hijriah dan Jemaah Haji, Tempo Doeloe).
WaLlahu a’lamu bishshawab

18 Komentar »

  1. Saya orang aceh dan saya sangat bangga karena aceh adalah penganut islam pertama di nusantara. Semoga tetap istiqamah sampai akhir hayat :)
    Komentar oleh Meutia Halida Khairani | 19 Juli 2012 | Balas
    • ax org jawa…..ax bangga jd org jw krna orgy taq’wa pd agama.dan prnth nya.
      Komentar oleh olenxr | 4 Desember 2012 | Balas
  2. Reblogged this on malangunite.
    Komentar oleh malangunite | 19 Juli 2012 | Balas
  3. kami bangga sebagai umat islam dan bangga menjadi rakyat indonesia hidup damai bersama walapun beda keyakinan & agama
    Komentar oleh baghdad lombok | 20 Juli 2012 | Balas
  4. Islam itu indah dan tak lekang jaman, sangat mudah diterima walaupun saat jaman segitu penduduknya banyak yang masih terpengaruh budaya
    Komentar oleh ariohendra | 21 Juli 2012 | Balas
  5. Ha, Ratu Sima dari Kalingga betul2an masuk islam? Referensinya shohih, kan? O, ya, bang. S’lamat menjalankan ibadah puasa. Satu lagi, sy harap agar abang mau menulis lagi Wikipedia.
    Komentar oleh Kartto | 21 Juli 2012 | Balas
  6. aceh adalah serambi mekah indonesia
    Komentar oleh Farmatika | 24 Juli 2012 | Balas
    • betul
      Komentar oleh mestation retwer | 4 November 2012 | Balas
  7. saya sebagai org jepara jawa tengah jd ,erasa ikut trsanjung krn salah satu putra jepara tempo doeloe trmasuk sbg pertama kalinya memeluk islam. selamat menjalankan puasa saudara-i ku. sumbernya valid nggak?
    Komentar oleh M Nur Eljawawy (@eljawawy) | 6 Agustus 2012 | Balas
    • masih perlu diteliti lebih mendalam lagi… mas
      Komentar oleh kanzunQALAM | 6 Agustus 2012 | Balas
  8. Komentar oleh suciptoardi | 7 Agustus 2012 | Balas
  9. untuk mengetahui berapa persen kesehatan anda lihat di http://empat-sehat.blogspot.com
    Komentar oleh btiktiara | 8 Agustus 2012 | Balas
  10. alhamdulilah kami lahir dari darah hindu buddha yang sekarang menjadi islam ‘datoq abah mengajarkan kita hidup bersama sebagaimana junjungan kita rasul saw ‘hidup bersama orang orang kufur dan orang yahudi tapi mereka merasakan kedamaian’ hidup di samping beliau’karna ahlaq beliau adalah al qur’anul karim
    Komentar oleh baghdad | 24 Agustus 2012 | Balas
    • Jelaskan ayah, ibu, kakek, nenek, datok, abah, buyut, uyut, hingga nenek moyangmu (benarkan ente keturunan dari lombok? Atau pendatang?
      Komentar oleh Kartto | 25 Agustus 2012 | Balas
  11. alhamdulillah, saya lahir dari rahim suku sunda yang sudah islam….
    sungguh indah perbedaan itu dimata islam
    Komentar oleh ihsan_fahmi01@yahoo.com | 12 September 2012 | Balas
  12. Spekulasi tingkat tinggi dan tidak berdasarkan fakta yg akurat. Agak ngeri lihat situs ini. Ta shi belum tentu berarti kabilah thoik. Transliterasi yg spekulatif. Kalaupun ibnu mas’ud menyebarkan islam tentulah ke daerah yaman hadramaut terlebih dahulu. Kemudian barulah kearah lebih timur yaitu india/gujarat. Lebih jauh lagi barulah ke kepulauan nusantara. Kalau sebelumnya ada aktifitas dagang saya kira barus agak lebih masuk akal. Ada baiknya membaca tentang klan azmat khan. Ini moyang nya wali songo dan bahkan lebih awal lagi penyebar di daerah pasai, champa dan malaka dialah husain jamaluddin al akbar. Yg hanpir semua keturunannya merupakan raja2 melayu di sumatera, malaysia, kalimantan, filipina, sulawesi terakhir penaklukan kerajaan majapahit yaitu raden fatah. Mengenai sriwijaya di masa sri indrawarman dikatakan sudah masuk islam di abad ke 7 M dan meminta dikirimkan mubalig, saya kira itu penafsiran penulis saja. Karena isi suratnya justru tertulis dari raja hindi, yg dikandangnya ada seribu gajah. Jelas lebih kongkrit jika itu adalah surat dari raja india yg hindu dan terkenal dgn pasukan gajah. Wajar kalau melihat peta, setelah yaman dan hadramaut, islam menyebar ke india/pakistan/gujarat. Barulah di abad 13 mengislamkan raja samudera pasai. Amat jauh kalau terlebih dahulu mengislamkan sriwijaya di abad ke 7 dan terlebih lg majapahit. Raja terakhir Sriwijaya yg bergelar parameswara masuk islam dan sebagai pendiri kerajaan islam pertama di malaka itu pun terjadi diabad ke 13. Setelah periode pengislaman aceh. Pulau sumatera dan malaka di abad 13 sudah banyak penganut islam. Sedangkan pulau jawa di akhir abad 15 ditandai dgn penaklukan majapahit.
    Komentar oleh Ratu Sahril | 24 September 2012 | Balas
  13. Sejarah adalah seni yang berdasarkan fakta, maka sepanjang ada bukti yang diyakini sebagai alat untuk mengenali kultur atau wilayah sebuah peradaban maupun masa kejayaannya tentu sudah bisa dikatakan sebagai fakta sejarah.Karenannya siapapun boleh mengisahkan sebuah peradapan masa lalu dan tak seorangpun boleh membantahnya sebelum dia mengadakan pengecekan tentng keaslian ataupun kemungkinan benar tidaknya bukti yang ditunjukkan tersebut. Mengenai Siapa orang di nusantara ini yang pertama kali memeluk islam memang sulit ditentukan,tapi ada fakta yang mengarhkan kita untuk memastikan kaum atau suku mana maupun keluarga siapa yang sudah memeluk islam pada masa-masa awal islam yang bisa dipelajari, khususnya yang ada di seputar masa dan wilayah kerajaan kalingga,antara lain sebuah makam musil yang ada di belakang Rumah Sakit Islam Sunan Hadirin Jepara, atau makam Mbah Syayid di Kampung beringin desa Bumuharjo Kec. Keling Jepara. dari sini bisa dipelajari lebih luas siapa dan kapan dia masuk islam.
    Komentar oleh Ahmad safuan duri | 8 November 2012 | Balas
  14. Sejarah islam yang pertama di Nusantara, InsyaAllah dari Dataran tinggi TANOH GAYO di Penghujung pulau sumatera letaknya pastinya di central atjeh, Disini dahulu kala ada sebuah kerajaan ” KERAJAAN LINGE ” Bahkan Kerajaan tertua di nusantara ini adalah Kerajaan ” LINGE ” Lihat situs-situs Kerajaan di Nusantara,… Dalam beberapa waktu lalu kembali lagi di temukan fosil dan artefak kehidupan zaman dahulu kala,….tapi sayang dengan keterbatasan SDM dan Dana untuk mengungkap Misteri itu semua sehingga tiada dapat terungkap secara menyeluruh,…..beberapa ahli arhkeolog datang dari beberapa penjuru untuk dapat mengIdentifikasi berbagai macam temuan sejarah tersebut, tapi terus saja mendapat temuan-temuan baru, dan yang uniknya temuan demi temuan terus saja ada temuan yang baru dalam artian temuan tersebut ada yang lebih tua usianya, dari temuan-temuan sebelunnya,…. Nah para Ahli sejarah Datanglah ke DATARAN TINGGI GAYO PECAHKANLAH SEJUTA MISTERI KEHIDUPAN DI TANOH GAYO CENTRAJ ATJEH INI,…..Wassalam. Edy saputra 0813 6264 5550.
    Komentar oleh edy saputra | 8 Desember 2012 | Balas

ber Taubat ah setiap saat

Al Qur'an "Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah - Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengatahui" (QS. 3:135)

Monday, December 17, 2012

Tragedi Di Tanah leluhur Ortu my father


TANGISAN ANAK NAGARI TIKU - MANGGOPOH
UNTUK PEMIMPIN

Agam—Keberadaan PT Minang Agro (PT Provident Agro Tbk) mengambil alih PT Mutiara Agam, beberapa tahun lalu, telah membawa perubahan besar pada tatanan kehidupan masyarakat adat nagari Tiku, kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Sumbar. Masyarakat yang awalnya hidup harmonis dan diatur secara adat oleh ninikmamak mereka, sekarang mulai saling bermusuhan, bahkan bunuh-bunuhan, akibat agitasi perusahaan milik konglomerat Edwin Soeryadjaya ini.
Sewaktu PT Mutiara Agam masih beroperasi di nagari Tiku, kehidupan harmonis antara investor dengan masyarakat lokal berjalan damai dan saling menguatkan. Ekonomi masyarakat ditingkatkan dengan pembelian buah sawit (TBS), sarana dan prasarana di bangun seperti mesjid, sekolah, dan lainnya. Setiap hari besar nasional, semua karyawan PT Mutiara Agam bersama warga sekitar memperingati bersama. Masa keemasan itu sewaktu PT Mutiara Agam dipimpin oleh seorang jendral yang bernama Wiyono.

Bergantinya kepemilikan perusahaan sawit kebanggaaan masyarakat nagari Tiku ini menjadi PT Minang Agro, anak perusahaan PT Provident Agro TBK, lambat tapi pasti telah membawa kehancuran terhadap sendi-sendi kehidupan adat nagari Tiku yang harmonis. Sikap arogan dan anggap remeh pada masyarakat lokal oleh para petinggi perusahaan PT Minang Agro semakin menjadi-jadi.

Jika dulu Tandan Buah Segar (TBS) milik masyarakat sekitar perusahaan dibeli oleh perusahaan, sekarang tidak lagi. Jika dulu ada perayaan hari besar bersama, sekarang tidak lagi, jika dulu ada pembangunan infra struktur sekarang tidak lagi, jika dulu ada bantuan buat kegiatan kepemudaan, sekarang jangan di harap. Dimata masyarakat yang awam tetapi patuh pada adat istiadatnya, PT Minang Agro tidak lebih sebagai penjajah Belanda saja, mereka hanya mencari untung di nagari Tiku, tanpa melakukan Corporate social Responsilibility (CSR) seperti yang ditunjukan oleh PT Mutiara Agam.

Kemuakan anak nagari Tiku semakin memuncak, ketika lahan perkebunan sawit milik pribadi mereka, di caplok begitu saja, dengan alasan ini adalah areal Hak Guna Usaha (HGU) mereka. Perusahaan tentu saja dibantu oleh keamanan negara untuk membungkam tangisan dan jeritan pemilik kebun.Padahal, untuk menanam kebun sawit tersebut, mereka harus berhutang ke bank dan diangsur tiap bulan.Kebun yang telah mereka kelola p[uluhan tahun dan ditujukan buat anak cucu mereka terampas sudah.PT Minang Agro jalan terus dibantu aparat negara.

Keculasan dan kebusukan perusahaan ini terungkap, ketika mereka mencaplok lahan milik ulayat suku Tanjuung Manggopoh seluas 2500 hektare yang terletak di dusun Anak Aia Gunuang. Suku tanjung Manggopoh pun menggugat sehingga lahirlah Putusan Peninjauan Kembali PK No 749-PK/PDT/2011 yang dimenangkan oleh kaum Tanjung Manggopoh.

PT Minang Agro kena batunya, perusahaan yang dikomandoi oleh Tri Boewono ini di haruskan mengembalikan lahan seluas 2500 Ha serta ganti rugi Rp. 203 milyar kepada suku Tanjuang Manggopoh.

Dari bukti dan data-data persidangan terungkap, ternyata Basa Nan Barampek sebagai penguasa ulayat nagari Tiku, tidak pernah memberikan lahan seluas 6825 Ha, yang diberikan oleh Basa Nan Barampek hanya 2000 Hektare tahun 1983. Fakta persidangan ini membuat mata anak nagari Tiku terbuka, ternyata PT Minang Agro telah mengkangkangi adat istiadat yang mereka anut selama ratusan tahun.

Kemenangan suku Tanjuang Manggopoh ini, merupakan rahmat buat anak nagari Tiku karena majlis hakim Mahkamah Agung juga menyatakan HGU PT Minang Agro no 04/98 dinyatakan cacat hukum dan lemah. Jika eksekusi tanah ini terjadi, otomatis, PT Minang Agro angkat kaki dari Bumi Tanjung Mutiara serta lahan seluas 6125 Ha itu kembali kepangkuan anak nagari dan di kuasai oleh Basa Nan Barampek nagari Tiku.
Pt Minang Agro tidak menyerah begitu saja. Mereka sangat licin dalam menangguk untung. Untuk mempertahankan hegemoni mereka atas tanah ulayat nagari Tiku, mereka belajar kepada Bangsa Belanda, yati dengan taktik Adu Domba.

Pihak perusahaan lalu membentuk sebuah organisasi masyarakat yang bernama Forum Pembela Tanah Ulayat (FPTU), sejumlah ninikmamak di rekrut dan dicuci otaknya. Para pemuda juga dibentuk dalam sebuah organisasi sayap yang diberinama Parik Paga, tak tanggung-tanggung jumlahnya 600 orang. Mereka di biayai, fasilitas diberikan, strategi hukum juga diberikan, termasuk senjata.

Perusahaan ini meniupkan isyu bahwa tanah yang 2500 ha tersebut merupakan ulayat nagari Tiku. Tidak sejengkal tanah ulayat Tiku dikuasai oleh orang lain, sebuah statmen yang sangat heroik. Padahal, menurut peta adat yang dibuat zaman Belanda, nyata-nyata tanah yang 2500 Ha itu merupakan milik kaum Tanjuang Manggopoh. Bukti peta lama inilah yang membuat mahkamah agung memenangkan kaum Tanjuang Manggopoh dalam putusan PK tersebut.

Akibatnya, tanggal cantik, 12-12-2012 menjadi petaka besar buat anak nagari Tiku. Kerusuhan yang terjadi di jorong Simpang Gadih Angik, nagari Tiku V Jorong, telah menghanguskan 52 sepeda motor, puluhan luka kena batu, serta korban yang dilarikan kerumah sakit karena matanya tertembak senapan angin.

Bumi Tanjung Mutiara pun menangis, melihat putra nagarinya saling bakuhantam akibat adu domba oleh PT Minang Agro. Aparat hukum, terutama kepolisian, nyaris tak berdaya mencegah konflik berdarah ini.Mereka kecolongan atau pura-pura tidak tahu.

Pengadilan negri Lubuk Basung, sebagai pelaksana perintah negara ini, juga terpengaruh oleh keadaan rusuh yang telah lama di skenariokan oleh PT Minang Agro. Sementara, kaum Tanjung Manggopoh dibantu saudara mereka dari nagari Tiku yang tergabung dalam organisasi adat Anak Kemenakan Basa Nan Barampek, juga menuntut agar negara segera melaksanakan keputusannya.

Berita konflik berdarah sesama anak nagari yang saling bersaudara ini, membuat nagari Tiku semakin bercucuran airmata nya. Para perantau tersentak, ada apa dengan tanah tumpah darah mereka, siapa yang menjadi dalang dibalik konflik berdarah ini. Para pemanggku adat juga sibuk buat strategi perdamaian, tetapi Air mata ibu pertiwi nagari Tiku, terus mengalir, tanpa seorang pun bisa mencegahnya, tidak juga organisasi raksasa, yang bernama, Negara Kesatuan Republik Indonesia.

(Idham Firmantara – Anak Nagari Tiku)

Sunday, December 16, 2012

motivasi hidup

Janganlah berusaha menjadi orang yang berhasil, tapi berusahalah menjadi orang yang bernilai. - (Einstein)

Friday, December 14, 2012

Janji Allah kepada kaum yg murtad

“Hai orang-orang beriman, barangsiapa yang murtad di antara kamu dari pada agamanya, kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, Allah mengasihi mereka dan mereka mengasihi Allah, mereka lemah lembut terhadap orang beriman dan keras terhadap orang-orang kafir. Mereka berjuang pada jalan Allah, dan tidak takut akan cerca orang yang mencerca. Demikian itu kurnia Allah, diberikan kepada sesiapa yang dikehendakinya, Allah luas kurnianya lagi maha mengetahui.” (5:54)